03. Mistery in Love Part 2

Title             : Mystery  in love part 2

Author        : Devy Destiani

Disclaimer  : Aoyama Gosho

Pair/ Chara          : Shinichi Kudo, Ran Mouri, Conan Edogawa, Ai Haibara, Prof. Agasa, Sonoko Suzuki.

Genre                    : Drama, romantic.

 

Shinichi POV

            Hore, sekarang jam sudah menunjukan pukul 03.55 aku langsung memakan pil pemberian Ai Haibara. Walaupun rasa terbakar harus ku terima akibat efek samping dari obat ini. Tapi tak apalah demi dirimu.

Aku harus menyembunyikan identitasku. Oleh karena itu ku gunakan kacamata besar dan topi. Berharap tak ada yang mengenaliku, bahkan sebagai Detective terkenal sekalipun. Aah, Ran begitu lama sekarang sudah pukul 04.17 PM walaupun hanya lewat 17 menit dari waktu yang di janjikan tapi itu sangat berharga bagiku. Bukankah 1020 sekon dia mengaret dari janji. Ada sesuatu yang sangat penting akan ku katakan padanya.

“Permisi, saya ingin bertanya apakah anda melihat seorang anak laki-laki tinggi, dengan wajah sombong menunggu di sini ?” suara seorang wanita menyapaku “deg.”

“Ran ?”

“Shinichi…”

“Mengapa kau terlambat ?”

“Gomen nasai. Tadi aku dengan Sonoko …”

“Ya, sudahlah ayo ikut aku.” Ku potong ucapannya, aku tau jika bersama Sonoko apalagi yang di kerjakannya kalau bukan masalah wanita, aku tak perlu tau. Aku juga tak mampu marah kepada Ran hanya karena aku menunggu 17 menit, dia lebih lama menungguku. Ran begitu cantik, walaupun dia juara karate tingkat region tak ada yang mampu memungkiri kecantikannya, dan itu termasuk aku.

Kami berjalan menyusuri Tropical Land, kami diam dan hening padahal tadi begitu banyak pokok pikiran yang muncul di benakku untukku bicarakan padanya. Aku rasa dia pun begitu canggung, mungkin karena kami memang jarang bertemu dalam wujudku Shinichi.

“yoi o-tenki desu ne.” ku pecah keheningan diantara kami.

“Ya, Shinichi ogenki desuka ?”

“Aku baik-baik saja, dan aku yakin kau pun baik-baik saja. Lagian siapa yang berani mengganggu seorang juara karate sepertimu. Ha..ha..” ini salah satu usahaku mncairkan suasana.

“SHINICHII…”

Kami bermain sesukanya hari ini, memutar memori saat kencan pertamaku dengan Ran. Ya disini di Tropical Land. Tidak terasa sudah jam 08.00 aku mengajaknya untuk makan malam. Tak henti-hentinya aku melihat jam, aku takut tak cukup waktu untuk semuanya.

“Ran. Selamat ulang tahun.”

“Arigatou gozaimasu, kau datang hari ini merupakan hadiah terindah untukku.”

“Aku tau itu. He..he ^^”

“Dasar Sombong.”

“Oia Ran, ini hadiah untukmu.” Ku berikan kotak yang tadi di berikan Profesor kepadaku.

“Doumo arigatou gozaimasu, ini kalung yang sangat indah.” Ujar Ran seraya membuka kotak itu.

“Dou itashimashite, pakai ya jangan pernah kau lepaskan itu.”

“Pasti.” Ran tersenyum dengan indahnya.

Aku tercekat lagi, aku merasakan aura yang aneh, benar-benar aneh. Aura Black Organisation. Aku teringat tekatku dari tadi pagi, ada sesuatu yang akan ku katakan dengan Ran.

“Ran, ada yang ingin ku katakan padamu.”

“Ada apa Shinichi? Sepertinya kau serius.” Raut wajah Ran sedikit berubah.

“Tapi, kau berjanji tidak menangis !”

“Kau kira aku bagian dari gadis-gadis kaya yang cengeng itu.” Wajah Ran meyakinkan.

“Karena aku telah memenuhi keinginanmu, (menghela nafas) uuhh, bisakah mulai dari malam ini kau lupakan aku, anggap saja kita tidak pernah bertemu, atau anggap saja aku telah tiada. Jangan hubungi aku lagi Ran.” Berat rasanya bibir ini berucap tapi aku yakin ini yang terbaik.

“Mou ichido itte kudasai, kau bercanda kan ?” wajahnya tetap terlihat tegar.

“Aku tidak bercanda Ran.” Ku tatap matanya lekat untuk meyakinkannya.

“Mengapa ? Apakah aku membuat kesalahan.” Suara Ran mulai parau, sepertinya dia menahan tangis. Maafkan aku Ran.

“Ran, kau tidak salah sedikit pun.”

“Lalu apa ? mengapa kau begitu tega menjatuhkan aku. Betapa sia-sianya aku menunggumu, betapa sia-sianya semua ini, apa yang kau lakukan hari ini, sesungguhnya hanya melebarkan luka yang akan kau ciptakan.”

“Gomen nasai, terlalu banyak masalah yang aku yakin kau tidak akan mengerti Ran. Aku mohon, aku tidak mampu lagi berfikir logis karenamu. Kalau kau benar-benar sayang kepadaku lupakanlah.”

Maafkan aku Ran, aku terlalu bodoh, akhirnya aku membenarkan ucapan Ai. Aku tak bisa melihatmu kelak celaka jika berhubungan denganku. Aku tidak mau BO menjadikanmu sandra, tawanan, atau sejenisnya. Aku tak kan pernah rela Ran -.-, ku lihat jam menunjukan pukul 08.50 PM. GAWAT !!!

“Mata ne.” aku benar-benar tak sanggup melihat Ran, matanya mulai berkaca-kaca.

“Baiklah Shinichi, aku mengerti. Nagai koto o-jama itashimashita.” Ran tetap tersenyum melepas kepergianku, kau begitu tegar Ran. Itu salah satu hal yang membuatku begitu kagum padamu. Tenang ya Sayang pada waktunya kita akan dapat bersatu.

Ku tersenyum sebagai jawaban dan kubalikkan tubuhku meninggalkan dirinya. Aku memang jahat, tapi aku yakin ini yang terbaik. Dalam gelap ku menangis. Memang aneh, aku yang menyuruhnya tidak menangis, malah aku yang menangis. Dasar sepertinya bocah Conan sudah mendarah daging, menempaku jadi bocah 10 tahun.

Sesaat kemudian aku sudah kembali ke wujud asalku, Conan Edogawa.

Ran POV

            Huaaa.. aku telat apakah dia masih menungguku ya. Aku yakin dia masih ada. Dimana dia ? aku lupa menanyakan cirri-cirinya. Sebaiknya aku bertanya, itu ada seorang laki-laki. Mungkin dia melihat Shinichi.

“Permisi, saya ingin bertanya apakah anda melihat seorang anak laki-laki tinggi, dengan wajah sombong menunggu di sini ?” aku tiba-tiba jadi gugup, padahal aku tidak mengenalinya.

“Ran ?”

“Shinichi…” wajah shinichi tetap saja tampan,aku benar-benar terkejut.

“Mengapa kau terlambat ?”

“Gomen nasai. Tadi aku dengan Sonoko …”

“Ya, sudahlah ayo ikut aku.” Uuh, dia selalu memotong ucapanku, mungkin dia bisa membaca pikiranku, itukan pekerjaannya ^^.

Kami berjalan menyusuri Tropical Land, kami diam dan hening padahal tadi begitu banyak pokok pikiran yang muncul di benakku untukku pertanyakan padanya. Aku rasa dia pun begitu canggung, mungkin dia merasa bersalah atas kepergiannya selama ini. Aku harap dia tak akan meninggalkanku lagi.

“yoi o-tenki desu ne.” Shinichi memecah keheningan diantara kami.

“Ya, Shinichi ogenki desuka ?” Jawabku, aku khawatir akan dirinya.

“Aku baik-baik saja, dan aku yakin kau pun baik-baik saja. Lagian siapa yang berani mengganggu seorang juara karate sepertimu. Ha..ha..” dengan senyum jahilnya.

“SHINICHII…” Dasar detective nakal, bisanya mengejekku saja.

Kami bermain sesukanya hari ini, memutar memori saat kencan pertamaku dengan Shinichi. Ya disini di Tropical Land. Tidak terasa sudah jam 08.00 Shinichi mengajakku untuk makan malam. Tak henti-hentinya Shinichi melihat jam, apa sebenarnya yang dia pikirkan.

“Ran. Selamat ulang tahun.” Shinichi manis sekali.

“Arigatou gozaimasu, kau datang hari ini merupakan hadiah terindah untukku.” Aku terlalu jujur, sebenarnya aku tak perlu mngucapkan ini.

“Aku tau itu. He..he ^^”

“Dasar Sombong.”

“Oia Ran, ini hadiah untukmu.”

“Doumo arigatou gozaimasu, ini kalung yang sangat indah.” Hadiah, aku bahagia sekali ini lebih dari apa yang aku bayangkan.

“Dou itashimashite, pakai ya jangan pernah kau lepaskan itu.” Pesan Shinichi

“Pasti.” Ujarku, tentu saja akan ku pakai, tak kan ku sia-siakan.

Aku melihat perubahan wajah Shinichi. Entah mengapa tiba-tiba dia terlihat pucat. Aku mulai khawatir, apa dia sakit ? apa ada sesuatu yang di sembunyikannya dariku.

“Ran, ada yang ingin ku katakan padamu.”

“Ada apa Shinichi? Sepertinya kau serius.” Aku khawatir, ya perasaan itu semakin dalam.

“Tapi, kau berjanji tidak menangis !” Ucap Shinichi. Sungguh ini membuat aku semakin takut.

“Kau kira aku bagian dari gadis-gadis kaya yang cengeng itu.” Aku berusaha meyakinkannya.

“Karena aku telah memenuhi keinginanmu, (menghela nafas) uuhh, bisakah mulai dari malam ini kau lupakan aku, anggap saja kita tidak pernah bertemu, atau anggap saja aku telah tiada. Jangan hubungi aku lagi Ran.” Kata-katanya begitu merasuk dalam relung jiwaku.

“Mou ichido itte kudasai, kau bercanda kan ?” aku berusaha tegar.

“Aku tidak bercanda Ran.” Dia menatap wajahku lekat.

“Mengapa ? Apakah aku membuat kesalahan.” Rasanya aku kehilangan suara, tapi aku harus menanyakannya.

“Ran, kau tidak salah sedikit pun.”

“Lalu apa ? mengapa kau begitu tega menjatuhkan aku. Betapa sia-sianya aku menunggumu, betapa sia-sianya semua ini, apa yang kau lakukan hari ini, sesungguhnya hanya melebarkan luka yang akan kau ciptakan.”

“Gomen nasai, terlalu banyak masalah yang aku yakin kau tidak akan mengerti Ran. Aku mohon, aku tidak mampu lagi berfikir logis karenamu. Kalau kau benar-benar sayang kepadaku lupakanlah.”

“Mata ne.” Jawab Shinichi singkat. Aku tak sanggup mendengarnya, ternyata begitu penilaiannya terhadapku, aku hanya perusak pikirannya saja.

“Baiklah Shinichi, aku mengerti. Nagai koto o-jama itashimashita.” Aku harus tetap terlihat tegar saat melepas kepergiannya. Dia mulai pergi, membelakangi diriku, dan akhirnya hilang dalam kegelapan.

Conan POV

Aku kejam ya, aku jahat ya, aku … aku gak punya hati mungkin itu yang ada di benak semua orang. Tapi aku yakin ini yang terbaik, jika Ran tetap menghubungiku dia pasti akan kena imbas kemarahan BO. Aku bocah yang gagal. Ayo Shinichi kuatkan hatimu, tugas utamamu adalah menjaga Ran. Bukan hanya memberinya kebahagiaan kecil lewat sms semata, itu tidak perlu. Pada akhirnya nanti, jika Tuhan mengizinkan semua akan indah.

“Konbanwa.”

“Konbanwa, mengapa kau terlihat lesu Shinichi ? bukankah seharusnya kau bahagia.” Tanya Profesor.

“Mungkin dia merasa kekurangan waktu.” Ai menggoda lagi tapi aku malas menyahutnya.

“Aku sudah menyuruh Ran untuk menjauhiku.” Aku terduduk lemas.

“Menjauhimu ?”

“Iya.”

“Kau tega sekali Shinichi, ini hari ulang tahunnya. Kau bukan hanya Detective bodoh tapi tidak punya perasaan juga.” Ucap Ai.

“Aku tidak mau membuatnya celaka.”

“Niatmu baik, tapi haruskah di hari ulang tahunnya ?” Lagi-lagi Ai benar. Aku harus bagaimana agar dia memaafkanku.

“Aah, sudahlah semuanya sudah berakhir. Biarkan saja mengikuti takdir.” Ucapku pasrah.

“Ja, mata ashita.” Aku pergi meninggalkan Prof. Agasa dan Ai. Aku pulang kerumah Ran. Mungkin dia sangat mengkhawatirkanku. Kami tidak bertemu dari pagi.

Sesampainya di rumah Ran. Rumahnya  begitu sepi, sepertinya Paman Kogoro belum pulang dari main mahyong. Tapi Ran yang biasanya menungguku di depan rumah jika aku belum datang kini tidak ada. Setelah berganti pakaian tidur, aku bergegas ke kamar Ran. Oh Tuhan, apa yang aku lakukan. Wanita tegar sepertinya menangis. Aku harus bagaimana ? aku memang jahat.

“Shitsurei desuga, mengapa kakak menangis ?”

“Ah, tidak apa-apa Conan-kun.”

“Aku ini Detective Cilik loo, kakak gak bisa bohong.” Aku terus mendesaknya.

“Em, Shinichi sudah pergi semakin jauh.” Ran mulai menghapus air matanya.

“Pergi jauh ? aku gak ngerti Kak.” Sok polos.

“Shinichi membenciku, dia ingin aku menjauhinya.” Ungkap Ran. Aku tersentak mendengarnya.

“Kak Shinichi tidak membenci Kak Ran.” Ucapku meyakinkan.

“Dia membenciku.”

“Lie, buktinya aku di tugaskan oleh Kak Shinichi untuk menjaga Kakak. Tadi Kak Shinichi menyempatkan diri kerumah Profesor Agasa. Dia terlihat sedih Kak.”

“Benarkah ?”

“Aku tidak berbohong ^^. Kak Shinichi juga bilang Ada beberapa hal yang harus tetap menjadi misteri di dunia ini, dan aku pikir misteri ini lebih baik menjadi misteri yang tidak terselesaikan. Tapi, tenang saja, Ran wanita yang kuat. Kelak juga hanya akan ada satu kebenaran. Itu kata Kak Shinichi lo.”

“Aku mengerti ^^, sampaikan salamku padanya jaga dirinya baik-baik.”

“Ok, Oyasumi nasai.” Ucapku

“Oyasumi nasai.” Balas Ran.

 

 

Author POV

Ya, itu dia cinta. Bukan hanya sekedar rasa bahagia saat memiliki. Tapi ada sisi lain, yang setiap individu memiliki pandangan yang berbeda. Cinta juga tak menuntut untuk dibalas, cinta hanya mengalir mengikuti takdir.

Setelah Conan memasangkan selimut kepada Ran, mematikan lampu, dan meninggalkan Ran. Rembulan menjadi saksi atas pertemuan mereka. Ran bergumam di alam sadarnya “I will wait you although  one thousand years.”

 

THE END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: